Menghitung
Volume / Ukuran Video FILM
Jurnal Matematika Diskrit
Disusun Oleh :
Nama : Ade Indra
NPM : 13060003
Jurusan : Teknik Informatika B
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jalan Mayor Syamsu No. 1 Telp. (0262) 232773 - Fax. (0262) 232332
Tarogong Kidul Garut – 44151
Abstrak : Matematika atau ilmu hitung pada dasarnya digunakan
dalam berbagai aspek kehidupan sehari hari, baik itu disadari atau pun tidak,
matematika memiliki peran besar didalam kehidupan.
Salah satu cabang matematika adalah statistika. Statistika merupakan cabang matematika yang berkenaan dengan data. Penghitungan data sering menggunakan statistika agar dalam pelaksanaanya lebih efektif dan efisien. Salah satu pemanfaatan statistika dalam kehidupan sehari-hari adalah seperti ibu-ibu yang biasa menghitung pengeluaran kebutuhan rumah tangga tiap bulannya, atau juga pada pemilu (pemilihan umum) di Indonesia biasanya setelah pemilihan selesa dilakukan penghitungan, dan penghitungan tersebut biasa menggunakan ilmu statistika. Sedangkan dalam bidang industri, statistika sering digunakan untuk menentukan keputusan. Contohnya berapa jumlah produk yang harus diproduksi dalam sehari berdasarkan data historis perusahaan, apakah perlu melakukan pengembangan produk atau menambah varian produk, perlu tidaknya memperluas cabang produksi, dll. Sehingga, disadari atau tidak, statistika juga ikut berperan dalam kehidum manusia sehari-hari.
Salah satu cabang matematika adalah statistika. Statistika merupakan cabang matematika yang berkenaan dengan data. Penghitungan data sering menggunakan statistika agar dalam pelaksanaanya lebih efektif dan efisien. Salah satu pemanfaatan statistika dalam kehidupan sehari-hari adalah seperti ibu-ibu yang biasa menghitung pengeluaran kebutuhan rumah tangga tiap bulannya, atau juga pada pemilu (pemilihan umum) di Indonesia biasanya setelah pemilihan selesa dilakukan penghitungan, dan penghitungan tersebut biasa menggunakan ilmu statistika. Sedangkan dalam bidang industri, statistika sering digunakan untuk menentukan keputusan. Contohnya berapa jumlah produk yang harus diproduksi dalam sehari berdasarkan data historis perusahaan, apakah perlu melakukan pengembangan produk atau menambah varian produk, perlu tidaknya memperluas cabang produksi, dll. Sehingga, disadari atau tidak, statistika juga ikut berperan dalam kehidum manusia sehari-hari.
Kata Kunci : Distribusi Frekuensi, Motor, Statistika dan
Probabilitas
1. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Penggunaan istilah
statistika berakar dari istilah istilah dalam bahasa latin modern statisticum
collegium ("dewan negara") dan bahasa Italia statista
("negarawan" atau "politikus").
Gottfried
Achenwall (1749) menggunakan Statistik dalam bahasa Jerman untuk pertama kalinya
sebagai nama bagi kegiatan analisis data kenegaraan, dengan mengartikannya
sebagai "ilmu tentang negara (state)". Pada awal abad ke-19 telah
terjadi pergeseran arti menjadi "ilmu mengenai pengumpulan dan klasifikasi
data". Sir John Sinclair memperkenalkan nama (Statistics) dan pengertian
ini ke dalam bahasa Inggris. Jadi, statistika secara prinsip mula-mula hanya
mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan.
Pengumpulan data terus berlanjut, khususnya melalui sensus yang dilakukan
secara teratur untuk memberi informasi kependudukan yang berubah setiap saat.
Pada abad
ke-19 dan awal abad ke-20 statistika mulai banyak menggunakan bidang-bidang
dalam matematika, terutama peluang. Cabang statistika yang pada saat ini sangat
luas digunakan untuk mendukung metode ilmiah, statistika inferensi,
dikembangkan pada paruh kedua abad ke-19 dan awal abad ke-20 oleh Ronald Fisher
(peletak dasar statistika inferensi), Karl Pearson (metode regresi linear), dan
William Sealey Gosset (meneliti problem sampel berukuran kecil). Penggunaan
statistika pada masa sekarang dapat dikatakan telah menyentuh semua bidang ilmu
pengetahuan, mulai dari astronomi hingga linguistika. Bidang-bidang ekonomi,
biologi dan cabang-cabang terapannya, serta psikologi banyak dipengaruhi oleh
statistika dalam metodologinya. Akibatnya lahirlah ilmu-ilmu gabungan seperti
ekonometrika, biometrika (atau biostatistika), dan psikometrika.
Meskipun ada
pihak yang menganggap statistika sebagai cabang dari matematika, tetapi sebagian
pihak lainnya menganggap statistika sebagai bidang yang banyak terkait dengan
matematika melihat dari sejarah dan aplikasinya. Di Indonesia, kajian
statistika sebagian besar masuk dalam fakultas matematika dan ilmu pengetahuan
alam, baik di dalam departemen tersendiri maupun tergabung dengan matematika.
Pada penggunaanya, statistika mempermudah pengolahan data yang panjang dan
tidak teratur, sehingga menjadi lebih efektif dan efisien ketika diolah.
1 2. Rumusan Masalah
Yang menjadi
rumusan masalah adalah seperti apa pemanfaatan statistika dalam kehidupan
sehari-hari?
1.3. Tujuan
·
Sebagai
pemenuhan salah satu tugas Mata Kuliah Matematika Diskrit
·
Sebagai
bahan pembelajaran bagi penulis dalam mengetahui tentang statistika
·
Memberikan
informasi bagi pembaca seputar manfaat statistika dalam kehidupan sehari hari
·
Mencoba
mengaplikasikan konsep konsep dasar statistika dan yang buat dalam tabel dan
grafik
2. Landasan Teori
2.1. Statistika
Dalam arti
luas (statistic inferensi/induktif) adalah alat pengumpul data, pengolah data,
menarik kesimpulan, membuat tindakan berdasarkan analisis data yang dikumpulkan
dan hasilnya dimanfaatkan / digeneralisasi untuk populasi.
Bidang
keilmuan statistika adalah sekumpulan metode untuk memperoleh dan menganalisa
data dalam pengambilan suatu kesimpulan. Meski merupakan cabang ilmu
matematika, statistika memiliki perbedaan mendasar pada logikanya. Jika
matematika menggunakan logika deduktif, sementara statistic menggunakan logika
induktif.
Logika
statistika, dengan demikian sering disebut dengan logika induktif yang tidak
memberikan kepastian namun member tingkat peluang bahwa untuk premis-premis
tertentu dapat ditarik kesimpulan, dan kesimpulannya mungkin benar mungkin juga
tidak. Langkah yang ditempuh dalam logika statistika adalah :
1. Observasi dan eksperimen
2. Munculnya hipotesis ilmiah
3. Verifikasi dan pengukuhan dan berakhir pada
4. Sebuah teori dan hukum ilmiah (Cecep Sumarna, 2004:98)
2.2. Distribusi Frekuensi
Data yang
diperoleh dari suatu penelitian yang masih berupa random dapat disusun menjadi
data yang berurutan satu per satu atau berkelompok, yaitu data yang telah
disusun ke dalam kelas-kelas tertentu. Tabel untuk distribusi frekuensi disebut
dengan Tabel Distribusi Frekuensi atau Tabel Frekuensi saja. Jadi, distribusi
frekuensi adalah susunan data menurut kelas-kelas interval tertentu atau
menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar. Distribusi Tunggal adalah
satuan-satuan unit, urutan tiap skor, atau tiap varitas tertentu. Daftar yang
memuat data berkelompok disebut distribusi frekuensi kelompok atau tabel
frekuensi bergolong. Distribusi bergolong terdiri atas beberapa interval kelas
dalam penyusunannya. Selanjutnya, dari distribusi frekuensi dapat diperoleh
keterangan atau gambaran dan sistematis dari data yang diperoleh.
2.3. Tabel
Tabel adalah
daftar yang berisi sejumlah informasi berupa kata-kata dan bilangan, yang
tersusun berturut ke bawah dalam kolom dan baris tertentu.
Tujuan
dibuat tabel :
- dapat
memberikan banyak informasi secara ringkas
- mempermudah
pembaca dalam memahami bacaan
2.4. Grafik
Grafik
adalah gambaran pasang surut keadaan dengan garis atau gambar. Bagan adalah
gambar rancangan, skema, alat peraga grafik untuk menyajikan data agar
mempermudah tafsiran.
Manfaat
grafik :
1. menunjukkan fakta dengan jelas dan mudah dipahami
2. menjadikan proses komunikasi lebih cepat dan menarik
3. Kerangka Kerja
Pertama –
tama penulis menentukan judul apa yang cocok untuk diterapkan pada penghitungan
statistik yang akan dibuat. Setealah itu dilakukan penghitungan secara manual
untuk mendapatkan data yang akan dihitung, jumlah data yang diambil penulis
adalah sebanyak 50 buah data. Data – data tersebut didapat dengan nilai yang
acak / tidak beraturan, oleh karena itupenulis mengelompokkannya ke dalam
interval-interval kelas yang sama panjang, membuat turus (tally), untuk
menentukan sebuah nilai termasuk ke dalam kelas yang mana, menghitung banyaknya
turus pada setiap kelas, kemudian menuliskan banyaknya turus pada setiap kelas
sebagai frekuensi data kelas tersebut yang dtuulis dalam kolom frekuensi, dan
langkah – langkah tersebut digambarkan pada sebuah tabel dan grafik yang akan
diperinci pada sub judul 4.
4. Hasil dan Pembahasan
Pemanfaatan Teori Statistika yang saya ambil adalah penghitungan Volume/Ukuran
Video Film.Data diambil secara manual dengan interval waktu setiap melihat
video sebagai berikut :
NO
|
Ukuran Video
/ Film
|
1
|
24,6
|
2
|
31,0
|
3
|
11,0
|
4
|
40,6
|
5
|
54,1
|
6
|
40,5
|
7
|
49,1
|
8
|
47,1
|
9
|
39,7
|
10
|
70,1
|
11
|
73,4
|
12
|
74,5
|
13
|
81,3
|
14
|
80,1
|
15
|
70,0
|
16
|
69,7
|
17
|
58,2
|
18
|
54,7
|
19
|
81,9
|
20
|
13,9
|
21
|
22,1
|
22
|
26,8
|
23
|
76,6
|
24
|
14,0
|
25
|
43,6
|
26
|
60,0
|
27
|
78,5
|
28
|
61,0
|
29
|
72,0
|
30
|
70,0
|
31
|
43,2
|
32
|
43,2
|
33
|
13,0
|
34
|
27,0
|
35
|
56,0
|
36
|
30,0
|
37
|
66,0
|
38
|
45,0
|
39
|
53,1
|
40
|
32,0
|
41
|
35,8
|
42
|
39,9
|
43
|
40,0
|
44
|
39,0
|
45
|
43,8
|
46
|
13,0
|
47
|
52,4
|
48
|
11,4
|
49
|
72,0
|
50
|
40,0
|
Menghitung, Nilai Minimal, Maksimal, Range, jumlah
kelas, dan Interval.
Tabel
Distribusi Frekuensial
|
|
Nilai
Maximal
|
81,9
|
Nilai
Minimal
|
11,0
|
Range
|
70,9
|
Kelas
|
6
|
Interval
|
11,8
|
Merekap data kedalam tabel
Tepi Bawah
|
Tepi atas
|
Frekuensi
|
11,0
|
22,7
|
7
|
11,0
|
34,5
|
6
|
11,0
|
46,4
|
13
|
11,0
|
58,2
|
8
|
11,0
|
70,0
|
6
|
11,0
|
81,9
|
10
|
Tabel Distribusi Frekuensi Relatif
Rekap Data
Dalam Tabel
|
|||
Tepi Bawah
|
Tepi atas
|
Frekuensi
|
Frekuensi
relatif
|
11,0
|
22,7
|
7
|
14%
|
22,8
|
34,5
|
6
|
12%
|
34,6
|
46,4
|
13
|
26%
|
46,5
|
58,2
|
8
|
16%
|
58,3
|
70,0
|
6
|
12%
|
70,1
|
81,9
|
10
|
20%
|
TOTAL
|
50
|
100%
|
|
Tabel Distribusi Frekuensi Relatif
Histogram
frekuensi
|
||||
Tepi Bawah
|
Tepi atas
|
Batas Bawah
|
Batas Atas
|
frekuensi
|
11,0
|
22,7
|
10,5
|
23,2
|
7
|
22,8
|
34,5
|
22,3
|
35,0
|
6
|
34,6
|
46,4
|
34,1
|
46,9
|
13
|
46,5
|
58,2
|
46,0
|
58,7
|
8
|
58,3
|
70,0
|
57,8
|
70,5
|
6
|
70,1
|
81,9
|
69,6
|
82,4
|
10
|
Poligon Frekuensi
Tepi Bawah
|
Tepi atas
|
nilai
tengah
|
frekuensi
|
0
|
|||
11,0
|
22,7
|
22,4
|
7
|
22,8
|
34,5
|
40,1
|
6
|
34,6
|
46,4
|
57,8
|
13
|
46,5
|
58,2
|
75,6
|
8
|
58,3
|
70,0
|
93,3
|
6
|
70,1
|
81,9
|
111,1
|
10
|
0
|
Grafik Poligon Frekuensi

Ogif
|
|
Kurang dari
|
Frekuensi
komutatif
|
< 10,9
|
0
|
< 22,7
|
7
|
< 34,5
|
13
|
< 46,4
|
26
|
< 58,2
|
34
|
< 70,0
|
40
|
< 81,9
|
50
|
Grafik Ogif
OGIF
|
|
Lebih dari
|
Frekuensi
komutatif
|
< 10,9
|
50
|
< 22,7
|
43
|
< 34,5
|
37
|
< 46,4
|
24
|
< 58,2
|
16
|
< 70,0
|
7
|
< 81,9
|
0
|
5. Kesimpulan
Statistika secara singkat bisa disebut sebagai ilmu yang berkenaan dengan
data, baik itu merencanakan, mengumpulkan, menganalisis,
menginterpretasi, dan mempresentasikan data. dalam penghitungannya
statistika ikut berperan penting dalam efektifitas dan efisiensi pengolahan
data yang memiliki nilai acak dan tidak teratur, sehingga menjadi lebih rapih
dan mudah dipahami baik bagi penulis ataupun bagi para pembaca.
6. Daftar Pustaka
Distribusi Frekuensi. (2013, Agustus
26). Diakses pada
2015, Maret 18 dari https://www.google.com/ di
World Wide Web : https://teorionline.wordpress.com/2013/08/26/distribusi-frekuensi/
Distribusi
Frekuensi dan Grafik. Diakses pada
2015, Maret 19 dari https://www.google.com/ di
World Wide Web : https://hedyansabila.wordpress.com/distribusi-frekuensi-dan-grafik-2/
Tabel dan Grafik.
(2012 Desember 23). Diakses pada
2015, Maret 19 dari https://www.google.com/ di
World Wide Web : https://yokmaribelajar.wordpress.com/2012/12/23/tabel-dan-grafik/



Tidak ada komentar:
Posting Komentar